Model Batik Haliza, Seragam Batik Haliza, Batik Pekalongan Haliza

Senin, 21 Januari 2013

Proses pembuatan batik

proses pembuatan batik, proses pembuatan batik tulis, cara pembuatan batik, proses pembuatan batik cap, cara membuat batik, teknik pembuatan batik, proses pembuatan batik pekalongan, bahan pembuatan batik, batik tulis solo, batik batik indonesia, batik di indonesia, pembuatan batik tulis, proses pembuatan batik printing, proses membuat batik, kain batik madura, proses pembuatan batik jumputan, alat pembuatan batik, teknik pembuatan batik tulis, cara pembuatan batik pekalongan, batik tulis indonesia, indonesian batik, proses pembuatan batik celup, proses pembuatan batik solo, batik batik di indonesia, cara pembuatan batik solo, Desain batik tradisional, gambar proses pembuatan batik, proses pembuatan batik cirebon, proses batik tulis, proses produksi batik, proses pembuatan batik lukis, proses pembuatan batik tradisional, proses pembuatan batik yogyakarta, batik tulis adalah, batik kain, proses membatik tulis, desain batik tulis, sablon batik, teknik pembuatan batik solo, teknik pembuatan batik cap, cara membuat desain batik, batik cap adalah, membuat batik tulis, cara membuat gambar batik, alat untuk membuat batik tulis, cara mendesain batik, kain batik cap, batik tulis, proses batik printing, kain batik printing, batik indonesian, teknik batik cap, batik from indonesia, cara membuat batik indonesia, batik in indonesia, pewarnaan batik tulis, sejarah pembuatan batik, langkah langkah membatik tulis, batik batik solo, cara batik tulis, proses membuat batik cap


Jumat, 21 Desember 2012

Proses Pembuatan Batik

Proses Pembuatan Batik

Secara umum proses pembuatan batik melalui 3 tahapan yaitu pewarnaan, pemberian malam(lilin) pada kain dan pelepasan lilin dari kain.
Kain putih yang akan dibatik dapat diberi warna dasar sesuai selera kita atau tetap berwarna putih sebelum kemudian di beri malam. Proses pemberian malam ini dapat menggunakan proses batik tulis dengan canting tangan atau dengan proses cap. Pada bagian kain yang diberi malam maka proses pewarnaan pada batik tidak dapat masuk karena tertutup oleh malam (wax resist). Setelah diberi malam, batik dicelup dengan warna. Proses pewarnaan ini dapat dilakukan beberapa kali sesuai keinginan, berapa warna yang diinginkan.
Jika proses pewarnaan dan pemberian malam selesai maka malam dilunturkan dengan proses pemanasan. Batik yang telah jadi direbus hingga malam menjadi leleh dan terlepas dari air. Proses perebusan ini dilakukan dua kali, yang terakhir dengan larutan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan. Setelah perebusan selesai, batik direndam air dingin dan dijemur.